Warga Hadimulyo Barat Keluhkan Masalah Banjir, Tondi Siap Berkoordinasi Dengan BBWS

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Gaddafi, melanjutkan kegiatan reses tahap kedua di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Rabu (23/7/2025).

Reses ini merupakan bagian dari upaya legislator untuk menjaring langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Dalam dialog bersama warga dan aparatur kelurahan, berbagai persoalan disampaikan, mulai dari persoalan banjir akibat hilangnya pintu air, permasalahan saluran pengairan, hingga kondisi infrastruktur jalan yang rusak.

Lurah Hadimulyo Barat, Agus Salim, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2023, dua pintu air di RT 03 telah hilang, yang menyebabkan aliran air sungai tidak terkendali saat musim hujan. Akibatnya, genangan dan banjir kerap terjadi, bahkan hingga memasuki rumah warga.

“Pada tahun lalu kami bersama pihak provinsi dan asisten satu sudah meninjau langsung lokasi, namun hingga saat ini belum ada realisasi. Kami berharap pemerintah provinsi bisa segera menindaklanjuti persoalan ini,” ujar Agus.

Menanggapi hal tersebut, Tondi menjelaskan bahwa saluran pengairan primer di Kota Metro merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai, bukan di bawah Dinas Pengairan Provinsi Lampung.

Namun dirinya berjanji akan segera berkoordinasi dengan pihak balai untuk mencari solusi terbaik.

“Untuk urusan pintu air dan sungai besar, kami akan bantu komunikasi dengan Balai Besar. Tapi untuk saluran pengairan lingkungan dan infrastruktur ringan, itu bisa kami dorong melalui dinas terkait di provinsi,” jelasnya.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Tondi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memperjuangkan perbaikan Jalan Pattimura, yang dinilai sangat rusak dan menjadi akses vital masyarakat.

“Kami tahu kondisi jalan ini sudah cukup parah. Meski tidak sepenuhnya berada di Hadimulyo Barat, namun jalan ini digunakan masyarakat luas. Akan kami perjuangkan secara bertahap dalam masa jabatan ini,” katanya.

Selain itu, warga juga menyampaikan usulan terkait pengembangan bank sampah dan perbaikan jalan lingkungan.

Tondi berkomitmen untuk menindaklanjuti semua aspirasi yang masuk, dan menyampaikan bahwa alokasi anggaran terbatas menjadi tantangan utama dalam proses pembangunan daerah.

“Kami akan catat dan kawal semua masukan warga. Tentu akan dipilah mana yang menjadi prioritas dan mana yang masuk kewenangan provinsi. Semoga semua bisa direalisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Reses ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mereka, sekaligus sebagai wujud keterlibatan aktif wakil rakyat dalam pembangunan daerah.(Raw).

Related posts

Leave a Comment