
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Golkar, Tondi Gaddafi Nasution, menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur, khususnya Jalan Pattimura di Kota Metro, menjadi salah satu aspirasi utama yang disuarakan masyarakat dalam kegiatan reses yang ia gelar di sejumlah titik wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Tondi menegaskan pentingnya kegiatan reses tidak hanya menjadi rutinitas formal, namun benar-benar menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menyebut, sudah seharusnya setiap aspirasi yang dihimpun dari masyarakat ditindaklanjuti secara konkret oleh pemerintah provinsi, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Reses sudah selesai, aspirasi sudah diserap. Harapan kami, DPRD dan Pemerintah Provinsi bisa mengakomodir, meskipun tidak bisa semuanya, paling tidak sebagian aspirasi bisa terealisasi di setiap kabupaten dan kota. Kegiatan reses ini harus memberi manfaat, jangan hanya formalitas tanpa hasil nyata,” tegas Tondi.
Ia juga menyoroti persoalan efisiensi anggaran, yang menurutnya harus diarahkan secara tepat. Tondi menekankan bahwa efisiensi tidak seharusnya dilakukan terhadap belanja modal seperti pembangunan infrastruktur, melainkan pada belanja barang dan jasa seperti perjalanan dinas dan konsumsi kegiatan.
“Kalau pun ada efisiensi dalam APBD Perubahan, jangan sampai menyentuh sektor pembangunan fisik, karena itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kita ingin hasil reses ini masuk dalam skala prioritas pembangunan provinsi, dan dirasakan merata oleh seluruh wilayah di 15 kabupaten/kota di Lampung,” ujarnya.
Terkait infrastruktur di Kota Metro, Tondi mengungkapkan bahwa berdasarkan SK Gubernur Lampung Nomor G/297/V.03/H.K Tahun 2023, terdapat sekitar 5 hingga 6 ruas jalan provinsi di wilayah tersebut.
Menurut SK tersebut, jumlah ruas jalan milik provinsi sebanyak 98 ruas dengan 1.695 kilometer terdapat di 15 Kabupaten/kota.
Salah satu yang paling mendesak untuk diperbaiki adalah Jalan Pattimura yang memiliki panjang sekitar 3,5 kilometer dengan dua jalur. Dengan total panjang 7 kilometer.
“Jalan Pattimura ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan membahayakan pengguna jalan. Jika tidak bisa langsung direhabilitasi secara menyeluruh minimal tambal sulam dulu. Target kami, pembangunan ini bisa dimulai pada APBD Perubahan dan dituntaskan pada tahun 2026,” pungkasnya.
Melalui reses ini, Tondi berharap agar seluruh proses pembangunan benar-benar mengutamakan kebutuhan riil masyarakat, dan tidak ada wilayah di Provinsi Lampung yang tertinggal dari perhatian pemerintah.(Raw).
