Reses di Sindang Garut, Mustika Dikeluhkan Soal Status Dusun Rawa Kijing

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, melanjutkan rangkaian kegiatan Reses ke-5 Tahun Anggaran 2025 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Desa Sindang Garut, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis (13/11/2025).

Kegiatan serap aspirasi yang digelar di Balai Desa Sindang Garut tersebut menjadi titik kelima dari total rangkaian reses yang dijadwalkan oleh Mustika Bahrum di daerah pemilihannya.

Acara dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat yang antusias hadir untuk menyampaikan aspirasi dan masukan langsung kepada wakil mereka di DPRD Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Mustika Bahrum, politisi dari Fraksi Partai Golkar, menyampaikan bahwa kegiatan reses bukan hanya sebagai agenda kerja formal, melainkan juga sebagai ajang silaturahmi dan komunikasi langsung antara dirinya dengan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk mewakili mereka di lembaga legislatif.

“Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, saya hadir untuk menyerap aspirasi maupun keluhan warga agar dapat saya perjuangkan melalui lembaga DPRD Provinsi Lampung,” ujar Mustika

Lebih lanjut, Mustika menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan ditampung dan diperjuangkan secara proporsional sesuai kewenangan pemerintah provinsi, terutama yang menyangkut peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan beragam aspirasi dan kebutuhan. Salah satunya adalah permintaan bantuan mesin pencetak batu bata untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Selain itu, muncul juga keluhan menarik dari warga Dusun Rawa Kijing yang mempertanyakan status administratif wilayah mereka. Warga menanyakan kejelasan apakah dusun tersebut secara resmi masuk dalam wilayah Kabupaten Pesawaran atau Kabupaten Pringsewu, mengingat hingga kini belum ada kejelasan status yang pasti dari pemerintah.

Warga berharap aspirasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kebingungan dalam pelayanan publik maupun pembangunan wilayah ke depan.

Kegiatan reses berlangsung dengan suasana akrab dan penuh keterbukaan, diakhiri dengan dialog antara Mustika Bahrum dan masyarakat untuk memastikan setiap aspirasi dapat tersampaikan dengan baik.(raw).

Related posts

Leave a Comment