
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Yudha AL Hadjid, kembali melanjutkan rangkaian Reses Tahap IV Tahun Anggaran 2025. Setelah sebelumnya menggelar pertemuan di beberapa titik di Kabupaten Pringsewu, kali ini legislator dari Fraksi NasDem tersebut bertemu masyarakat di Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Selasa (18/11/2025).
Kegiatan reses dilaksanakan di salah satu rumah tokoh masyarakat dan dihadiri oleh aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok ibu-ibu pengajian yang selama ini aktif mengadakan kegiatan keagamaan rutin di desa tersebut. Suasana acara berlangsung akrab dan penuh antusiasme.
Kepala Desa Sampaikan Harapan dan Masalah Pembangunan
Kepala Desa Sukabanjar, Sunarto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Yudha AL Hadjid yang menyempatkan diri hadir menyerap aspirasi masyarakat.“Mudah-mudahan kita semua selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan kebersamaan ini dapat terus terjalin pada tahun-tahun berikutnya. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Yudha di tengah masyarakat,” ujar Sunarto.
Sunarto kemudian menyampaikan sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah desa, terutama terkait pembangunan infrastruktur lingkungan. Ia menjelaskan bahwa beberapa jalan lingkungan yang telah dibangun oleh pemerintah kabupaten tidak dapat menggunakan Dana Desa untuk perbaikannya, karena harus melalui mekanisme izin dari BMD, Bupati, atau dinas terkait.
Hal ini membuat pemerintah desa cukup kesulitan dalam melakukan penataan lingkungan.Selain itu, Sunarto juga berharap adanya program pembinaan untuk pemuda dan karang taruna, khususnya terkait peningkatan keterampilan serta peluang usaha. Menurutnya, perubahan perilaku generasi muda akibat perkembangan media sosial membuat kegiatan kepemudaan memerlukan dorongan dan pendampingan lebih intensif.
Yudha AL Hadjid: Reses adalah Kewajiban untuk Menyerap Persoalan Warga
Dalam sambutannya, Yudha AL Hadjid menegaskan kembali komitmennya sebagai wakil rakyat untuk hadir dan mendengar langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.“Kegiatan reses adalah kewajiban bagi kami sebagai anggota DPRD untuk mengetahui persoalan-persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Silakan bertanya, memberikan masukan, atau menyampaikan keluhan, karena semua akan kami tampung dan perjuangkan sesuai kewenangan kami di tingkat provinsi,” ucap Yudha, yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Provinsi Lampung.Yudha menyampaikan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap setiap aspirasi yang masuk. Ia juga mendorong masyarakat untuk tidak segan berkomunikasi bila ada hal yang harus segera ditindaklanjuti.

Kelompok Ibu-Ibu Pengajian Ajukan Permintaan Sound System
Perwakilan ibu-ibu pengajian, Ibu Eka, turut menyampaikan aspirasi. Ia menjelaskan bahwa kelompok pengajian tersebut telah rutin mengadakan kegiatan setiap malam Selasa secara bergilir di rumah warga. Selain itu, setiap peringatan hari besar Islam, seperti bulan Muharram, mereka selalu mengadakan kegiatan santunan anak yatim ke desa sekitar.
Namun, fasilitas pendukung kegiatan mereka masih terbatas. Perbaikan yang dilakukan sebelumnya belum memberikan hasil maksimal.“Kami memohon bantuan sound system, Pak Yudha, karena kegiatan kami rutin dan membutuhkan fasilitas yang memadai. Kemarin sudah kami perbaiki, tapi hasilnya masih kurang jelas,” ungkapnya.
Yudha Siap Perjuangkan Aspirasi Warga
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yudha AL Hadjid menyampaikan bahwa dirinya akan berupaya memperjuangkan semua masukan yang disampaikan warga.“Aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya bawa dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk masyarakat Desa Sukabanjar,” tegasnya.
“Sementara untuk bantuan Sound System dan alat mawalan untuk ibu – ibu akan saya penuhi akhir bulan ini” tambahnya.Masyarakat berharap kunjungan tersebut membawa dampak positif bagi pembangunan desa dan pembinaan generasi muda ke depan.
Pertemuan ini menjadi salah satu bentuk kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat akar rumput dalam memperkuat komunikasi pembangunan di Provinsi Lampung.(raw).
