
Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan (Dapil) III, Tondi Muammar Gaddafi, menggelar kegiatan reses di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Kota Metro Doni Romadoni, Lurah Yosomulyo Eko Triono, tokoh agama, tokoh masyarakat, pamong setempat, serta masyarakat umum.
Reses berlangsung hangat dengan antusiasme warga yang cukup tinggi, terutama terkait kondisi infrastruktur di wilayah Metro Pusat.
Doni Romadoni: Momentum Spesial bagi Warga Yosomulyo
Dalam sambutannya, Doni Romadoni menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kehadiran Tondi Muammar Gaddafi yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, komisi yang membidangi infrastruktur.
“Reses kali ini sangat spesial bagi RW 11 karena kita kedatangan tamu besar dari Provinsi Lampung. Kehadiran pak Tondi di sini menjadi bukti bahwa warga Metro memiliki wakil di provinsi yang bisa membantu membawa aspirasi kita,” ujar Doni.
Ia juga menekankan bahwa soal infrastruktur seperti jalan dan drainase menjadi keluhan terbesar masyarakat saat ini. Namun keterbatasan anggaran APBD Kota Metro membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara optimal.
“Anggaran kota tahun ini sangat kecil. Bahkan di tahun 2026 nanti kota akan mengalami pemotongan anggaran sekitar Rp161 miliar. Kondisi ini tentu memprihatinkan. Karena itu, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi sangat penting,” jelasnya.

Doni pun mendorong warga untuk menyampaikan usulan secara rinci mengenai titik-titik jalan atau fasilitas umum yang perlu diperbaiki.
“Silakan usulkan sebanyak mungkin. Tulis dengan jelas titik kerusakannya. Nanti akan kita sampaikan ke pak Tondi untuk dibawa ke provinsi,” tambahnya.
Tondi: Sudah Saatnya Metro Merasakan Sentuhan Anggaran Provinsi
Sementara itu, Tondi Muammar Gaddafi dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan perannya di Komisi IV DPRD Provinsi Lampung guna memperjuangkan aspirasi masyarakat Metro.
“Sebetulnya saya sudah dua periode di Metro Pusat. Meskipun sekarang berada di provinsi, saya tetap merasa punya tanggung jawab moral kepada masyarakat Metro,” ujar Tondi.
Ia juga mempromosikan beberapa program yang tengah diusulkan, salah satunya perbaikan jalan pisang yang menurutnya sudah masuk rencana usulan dinas terkait.
Menurut Tondi, selama ini Kota Metro belum banyak merasakan dampak anggaran provinsi karena berbagai faktor, termasuk minimnya wakil rakyat asal Metro yang duduk di DPRD Provinsi.
“Periode ini ada tiga anggota DPRD Provinsi yang berasal dari Metro. Ini momentum kita untuk memperjuangkan pembangunan di kota sendiri,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Komisi IV tempatnya bertugas memiliki cakupan pembahasan pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, rumah ibadah, hingga fasilitas umum seperti pemakaman.
“Silakan sampaikan prioritasnya. Tidak semua bisa diakomodir sekaligus, tapi kita akan pilah mana yang paling mendesak untuk diperjuangkan menggunakan anggaran provinsi,” tambah Tondi.
Warga Antusias Sampaikan Keluhan dan Usulan
Setelah sesi sambutan, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan usulan langsung kepada Tondi dan tim. Mayoritas masukan berkaitan dengan:
Perbaikan jalan lingkungan
Pembangunan drainase
Pembenahan fasilitas umum
Dukungan terhadap rumah ibadah
Permasalahan penerangan jalan
Suasana dialog berjalan kondusif dan penuh keterbukaan. Tondi menegaskan bahwa seluruh aspirasi akan dirangkum dan dibahas pada agenda resmi di DPRD Provinsi Lampung.
Komitmen untuk Metro
Menutup kegiatan, Tondi menegaskan kembali bahwa ia membuka diri terhadap masukan kapan pun, baik dari pamong, tokoh masyarakat, maupun warga.
“Saya ini juga warga Metro. Apa pun yang kita bangun di kota ini tentu akan memberikan manfaat bagi kita semua. Perjuangan tidak bisa dilakukan sendiri, butuh sinergi,” tutupnya.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penyerahan daftar aspirasi masyarakat yang telah dihimpun.(raw)
