Tondi Muammar Ghadafi Serap Aspirasi Warga Waringin Sari Barat, Infrastruktur dan Pertanian Jadi Sorotan

Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Ghadafi, kembali melanjutkan rangkaian Reses Tahap IV yang berlangsung sejak 17 hingga 24 November 2025. Pada Sabtu, 22 November 2025, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini menggelar kegiatan reses di Pekon Waringin Sari Barat, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan yang digelar di salah satu rumah tokoh masyarakat tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Lusy Ariyanti, aparatur pekon, tokoh masyarakat, serta sejumlah warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara langsung.

Dalam sambutannya, Tondi menyampaikan bahwa agenda reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan akan ditampung dan menjadi bagian dari pokok-pokok pikirannya di DPRD Provinsi Lampung.

“Saya kebetulan berdomisili di Metro, Namun, InsyaAllah hal itu tidak mengurangi komitmen saya untuk terus turun ke masyarakat. Khususnya persoalan ekonomi, infrastruktur, dan layanan dasar akan tetap menjadi bagian penting yang akan saya perjuangkan di tingkat provinsi. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dengan baik,” ujar Tondi.

Infrastruktur, Bedah Rumah, dan Pertanian Jadi Keluhan Warga

Kepala Pekon Waringin Sari, Eko Basuki, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tondi dan anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dalam kegiatan reses tersebut. Ia menjelaskan bahwa masyarakat masih memiliki banyak kebutuhan mendesak, terutama terkait pembangunan infrastruktur desa.

“Kami mewakili masyarakat berharap pemerintah provinsi bisa membantu perbaikan infrastruktur jalan, program bedah rumah, serta kebutuhan pertanian seperti pupuk dan sumur bor. Dana desa kami terbatas sehingga tidak bisa mengakomodasi semua kebutuhan warga,” ungkap Eko.

Eko juga menambahkan bahwa keterbatasan anggaran sering menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan di pekon, sehingga bantuan melalui pokir anggota DPRD sangat diharapkan masyarakat.

Tondi: Jalan Onderlag di Waringin Sari Merupakan Jalur Pendidikan

Menanggapi aspirasi tersebut, Tondi memberikan penjelasan mengenai alur pengajuan program dan pembagian kewenangan antar dinas. Ia menjelaskan bahwa penanganan jalan memiliki klasifikasi berbeda sesuai tingkat kewenangan.

“Untuk jalan yang Bapak sampaikan tadi, itu masuk kewenangan Dinas BMBK. Kalau SMP tadi masuk Dinas Perkim. Sedangkan jalan cipta karya itu kategori jalan desa dan tidak bisa terlalu panjang. Nanti coba dimasukkan saja melalui Bu Lusy untuk dihitung panjang dan kebutuhannya. Kalau memungkinkan akan kami perjuangkan bersama,” jelas Tondi.

Ia menegaskan bahwa kondisi jalan di Waringin Sari yang masih berupa onderlag sangat penting untuk diperbaiki, terlebih karena menjadi jalur pendidikan yang setiap hari dilalui siswa.

“Ini jalur pendidikan, jadi harus diperhatikan. Kami akan koordinasikan agar bisa masuk prioritas,” tambahnya.

Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Tondi menutup kegiatan reses dengan komitmen untuk membawa semua aspirasi yang telah disampaikan ke tingkat provinsi. Ia berharap sinergi antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi dapat terus terjalin agar pembangunan di Pekon Waringin Sari berjalan lebih cepat dan merata.(Raw).

Related posts

Leave a Comment