
Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung Mustika Bahrum, S.E., M.M mengawali kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP) di bulan Desember dengan menyelenggarakan agenda perdana di Desa Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Senin (08/12/2025).
Kegiatan yang berjalan dengan khidmat ini menghadirkan dua narasumber yakni Budi Kurniawan, S.T dan Risodar, A.H, dengan didampingi Ridho Mukhtaza, S.H sebagai moderator. Acara turut dihadiri Kepala Desa Wiyono M. Toha, aparatur desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang menjadi peserta aktif dalam sosialisasi tersebut.
Dalam sambutan pembukanya, Kepala Desa M. Toha menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kehadiran Mustika Bahrum di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa kehadiran wakil rakyat secara langsung merupakan bentuk perhatian dan kedekatan dengan warga desa.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Mustika selaku anggota dewan yang telah hadir dan mau bertatap muka dengan masyarakat Desa Wiyono. Harapan kami, kehadiran beliau dapat membawa perhatian bagi kebutuhan dan kondisi desa,” ucapnya.

M. Toha juga menyinggung kedekatan Mustika Bahrum dengan wilayah setempat yang menurutnya telah terjalin sejak sebelum menjabat, termasuk dalam beberapa kegiatan sosial dan kunjungan sebelumnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Mustika Bahrum yang kini bertugas di Komisi I DPRD Provinsi Lampung menegaskan bahwa kegiatan PIP merupakan agenda rutin yang digagas Sekretariat DPRD sebagai upaya menjaga nilai-nilai dasar kebangsaan.
Menurutnya di era kemajuan teknologi saat ini, nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa mulai tergerus dan perlahan memudar di tengah masyarakat.
“Nilai-nilai Pancasila kini mulai terkikis karena derasnya arus teknologi dan informasi. Maka dari itu, kita wajib menjaga, merawat, serta mengamalkan lima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Mustika.
Melalui kegiatan ini ia berharap peserta dapat menjadi penggerak dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, tidak hanya untuk pribadi namun juga untuk lingkungan sosial sekitarnya.
Kegiatan berjalan interaktif dengan pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab yang membahas penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.(raw)
