
Rawnews.co.id — Komisi I DPRD Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pengukuran ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT Sugar Group Companies (SGC).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kejelasan status lahan dan menjawab keluhan masyarakat yang selama ini tidak merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.
Salah satu anggota Komisi I mengungkapkan bahwa SGC selama ini tidak menjalankan kemitraan dengan masyarakat sekitar. “Kami hanya menerima dampak negatif seperti debu. Tidak ada kemitraan, tidak ada keuntungan nyata yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kerugian negara sebesar Rp.14 triliun yang telah diputuskan agar segera dibayarkan oleh pihak perusahaan. “Ini bukan masalah dugaan semata. Jika pengukuran ulang menunjukkan pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas,” tegasnya.
Pihak DPRD menyoroti pentingnya pola investasi yang saling menguntungkan, baik bagi investor, pemerintah, maupun masyarakat lokal.
Ia mencontohkan perusahaan-perusahaan di Lampung yang telah berhasil membangun kemitraan produktif, seperti PT Gunung Madu dan PSMI.
“PT Gunung Madu telah bermitra dengan petani di sekitar areal usaha mereka, bahkan mencapai lebih dari 7.000 hektare. Saya sendiri, beserta keluarga, adalah bagian dari kemitraan ini,” jelasnya.
Sementara itu, PSMI dengan kebun inti seluas 8.000 hektare, justru bermitra dengan petani hingga 17.000 hektare.Dalam pola kemitraan tersebut, petani mendapat pendampingan, pembiayaan, dan jaminan pembelian hasil panen.
“Petani tidak perlu mengeluarkan modal karena difasilitasi perusahaan. Saat panen, hasilnya dipotong utang, dan sisanya langsung diterima bersih. Keuntungannya bisa mencapai Rp40 juta per hektar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi praktik investasi yang hanya mementingkan keuntungan pribadi, apalagi sampai menimbulkan kerugian negara seperti kasus-kasus sebelumnya.
“Kita tidak ingin investasi hanya menjadi kedok. Uangnya dari bank kita, lalu mereka kabur. Kita rugi, masyarakat tidak mendapat apa-apa. Kita ingin investasi yang win-win solution,” pungkasnya.(raw).
