
Rawnews.co.id – Balai Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, pada Sabtu (23/8/2025) tampak ramai oleh kehadiran berbagai unsur masyarakat. Aparatur pekon, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga sekitar berkumpul untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar anggota DPRD Provinsi Lampung, Muhammad Reza Berawi.
Kegiatan ini merupakan agenda kedua yang dilaksanakan Reza pada bulan Agustus 2025. Politisi muda Partai Gerindra dari daerah pemilihan III—yang meliputi Kabupaten Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Metro—menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen wakil rakyat dalam menguatkan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara.
“Pancasila bukan hanya hafalan, tetapi nilai yang harus dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang akan menjaga bangsa tetap kuat, rukun, dan bersatu di tengah berbagai tantangan,” ujar Reza dalam sambutannya.
Untuk memperkaya wawasan, Reza Berawi menghadirkan dua narasumber, yaitu Agus Suhaeli dan Ahmad Supriadi. Keduanya menyampaikan materi yang menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat Pancasila di tengah masyarakat modern.
Agus menyoroti nilai gotong royong sebagai warisan luhur bangsa yang saat ini mulai tergerus individualisme. “Gotong royong adalah jati diri bangsa. Dengan gotong royong, kita bisa menghadapi berbagai kesulitan bersama,” jelasnya.
Sementara Ahmad Supriadi menekankan peran generasi muda dalam menjaga persatuan di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman ideologi yang kokoh.
“Anak-anak muda harus bijak menyaring informasi agar tidak terjerumus dalam perpecahan,” tegasnya.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi. Sejumlah tokoh agama dan pemuda menyampaikan pandangan serta pengalaman dalam mengamalkan nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.
Seorang tokoh masyarakat bahkan mengungkapkan, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat kesadaran bersama.
“Kami senang bisa berdiskusi langsung. Pancasila bukan lagi sekadar teori, tetapi terasa dekat dengan kehidupan kami,” ujarnya.Bagi Reza Berawi, sosialisasi ini adalah upaya menjaga api nasionalisme agar tetap menyala.
Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, masyarakat tidak boleh kehilangan arah dan tetap berpegang pada ideologi bangsa.
“Kita harus menjaga Lampung, khususnya generasi mudanya, tetap rukun dalam perbedaan. Pancasila adalah perekat yang membuat kita tetap satu,” ungkapnya.(Raw).
