Tondi Muammar Ghadafi Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Modern

Rawnews.co.id — Seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung pada awal November 2025 kembali melaksanakan program rutin Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di daerah pemilihan masing-masing. Kegiatan ini merupakan agenda resmi legislatif yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai Pancasila dan menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan perkembangan zaman.

Salah satu kegiatan digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Lampung, Tondi Muammar Ghadafi, pada Sabtu (8/11/2025) bertempat di Desa Tegalsari, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu. Acara ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Kegiatan sosialisasi menghadirkan dua narasumber, yaitu Lusi Ariyanti, S.H., M.Hum., dan Anton Subagyo, S.H., anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pringsewu.Turut hadir aparatur pekon, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pemuda desa yang berkomitmen ikut menjaga nilai-nilai kebangsaan di tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Tondi Muammar Ghadafi menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah preventif dan edukatif untuk menjaga ideologi bangsa dari berbagai pengaruh negatif yang dapat mengikis jati diri nasional.

“Di era perkembangan teknologi dan globalisasi yang begitu cepat, kita harus tetap kokoh memegang Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup. Nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan dan diamalkan agar generasi muda tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa,” ujar Tondi.

Ia menuturkan, perkembangan teknologi membawa kemudahan sekaligus tantangan baru, terutama masuknya budaya luar dan informasi negatif yang dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat, khususnya anak-anak muda.

Narasumber Lusi Ariyanti menyampaikan pemahaman mendalam tentang sejarah Pancasila serta relevansinya dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya di Indonesia.

Sementara itu, Anton Subagyo menekankan pentingnya peran masyarakat desa dalam menjaga kerukunan dan persatuan. Menurutnya, pengamalan Pancasila tidak hanya dilakukan dalam wacana, melainkan melalui tindakan nyata seperti menjaga toleransi, gotong royong, dan solidaritas sosial.

“Masyarakat desa adalah garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial. Nilai-nilai Pancasila harus dimulai dari lingkungan terdekat kita,” jelas Anton.

Tondi berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. Ia juga menegaskan bahwa sosialisasi Pancasila bukan sekadar program seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun karakter bangsa.

“Semoga kegiatan seperti ini terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin nilai-nilai kebangsaan terus tumbuh di hati setiap warga,” tambahnya.Kegiatan ditutup dengan sesi dialog dan tanya jawab, dimana masyarakat berkesempatan menyampaikan pandangan serta aspirasi terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan semangat nasionalisme dan kesadaran kebangsaan masyarakat Pringsewu semakin kuat, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan jati diri bangsa.(raw).

Related posts

Leave a Comment