
Rawnews.co.id — Upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat terus dilakukan para wakil rakyat Provinsi Lampung. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Golkar, Agus Sutanto, kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan perdana di bulan November 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (11/11/2025).Kegiatan yang digelar secara tatap muka di lingkungan masyarakat desa itu dihadiri aparatur pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu PKK dan elemen masyarakat lainnya.
Selain itu, turut hadir sebagai narasumber anggota DPRD Lampung Selatan, Derri Kusuma, serta tokoh masyarakat Muslim, S.E., yang memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga ideologi bangsa di tengah tantangan zaman.Dalam sambutannya, Agus Sutanto menegaskan kegiatan sosialisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
“Perubahan zaman dan perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Kemudahan akses informasi memiliki dampak positif, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap lunturnya nilai-nilai kebangsaan jika tidak diimbangi dengan pemahaman Pancasila,” terang Agus.

Ia berharap masyarakat tetap menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, terutama dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan rasa persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.
“Melalui kegiatan ini kita mengingatkan kembali bahwa Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghargai dan menghormati, hidup rukun dalam perbedaan, serta mengutamakan persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Sementara itu, narasumber Derri Kusuma menuturkan bahwa Pancasila merupakan warisan luhur pendiri bangsa yang terbukti mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara besar yang multikultur.
“Para pendiri bangsa telah merumuskan Pancasila sebagai dasar negara untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa. Ini tugas kita bersama untuk merawatnya,” ungkap Derri.

Ia menambahkan, masyarakat tidak boleh mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah, terutama melalui media sosial, dan harus lebih bijak dalam menyikapi informasi.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan dialog interaktif. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mendalam mengenai penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah untuk mufakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Lampung Selatan semakin memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di lingkungannya masing-masing.(raw).
