H. AM. Syafi’i Tegaskan Guru Garda Terdepan Penanaman Nilai Pancasila ke Generasi Penerus Bangsa 

Rawnews.co.id –  – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, H. AM. Syafi’i, S.Ag, kembali melaksanakan kegiatan rutin sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Kegiatan tersebut digelar di Balai Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, pada Minggu, 23 November 2025.

Acara ini dihadiri aparatur pekon, tokoh masyarakat, masyarakat umum, serta para tenaga pendidik dari berbagai lembaga pendidikan di wilayah setempat. Kehadiran peserta yang didominasi kalangan guru menjadikan dialog dalam kegiatan ini berlangsung dinamis dan penuh diskusi terkait penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan pendidikan.

Sebagai mantan Wakil Bupati Tanggamus periode 2018–2023 yang kini duduk sebagai anggota legislatif di DPRD Provinsi Lampung, AM. Syafi’i menegaskan bahwa sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila merupakan agenda wajib yang secara konsisten dilakukan oleh seluruh anggota DPRD di daerah pemilihannya masing-masing.

“Kegiatan ini rutin dilakukan. Dalam satu bulan, setiap wakil rakyat menggelar kegiatan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan sebanyak dua kali. Tujuannya jelas, yakni menjaga dan melestarikan Ideologi Negara Pancasila serta menambah wawasan kebangsaan masyarakat,” ujar anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung tersebut.

Di hadapan para peserta, AM. Syafi’i secara khusus menyoroti peran besar tenaga pendidik dalam menjaga ideologi bangsa. Menurutnya, guru merupakan pihak yang paling dekat dengan generasi penerus dan memegang peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sejak dini.

“Guru adalah garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga kebhinekaan dengan mewariskan nilai-nilai budaya lokal. Kebhinekaan bukan sesuatu yang harus ditakuti, justru menjadi perekat, dasar solidaritas, dan sarana untuk saling menghargai antar komunitas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui pelestarian bahasa ibu dalam lingkungan keluarga.

“Contoh konkret merawat dan mewariskan budaya adalah membiasakan anak berkomunikasi dengan bahasa ibu di rumah. Ini bagian dari menjaga identitas kultural dan memperkuat jati diri bangsa,” tambahnya.

Selain soal kebhinekaan, AM. Syafi’i juga mengingatkan masyarakat tentang pesan penting Pancasila terkait hubungan manusia dengan alam. Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila tidak hanya mengatur hubungan sosial, tetapi juga menuntun kita untuk menjaga keseimbangan alam. Salah satu bentuknya adalah menjaga kelestarian hutan agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para peserta, terutama tenaga pendidik, terlihat antusias mengikuti jalannya materi serta memberikan berbagai tanggapan dan pertanyaan terkait implementasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga dan sekolah.

Di akhir kegiatan, AM. Syafi’i berharap seluruh elemen masyarakat, terutama para pendidik, dapat terus menjadi teladan dalam menjaga nilai persatuan, toleransi, dan budaya lokal yang menjadi kekuatan bangsa.(Raw).

Related posts

Leave a Comment