
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung Mustika Bahrum kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) untuk kedua kalinya di bulan Januari 2026. Kegiatan ini digelar di Balai Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Mustika Bahrum merupakan Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, dan Kota Metro.
Pelaksanaan PIP ini menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota legislatif dalam memperkuat pemahaman ideologi Pancasila di tengah masyarakat.Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para penggiat seni Desa Bagelen.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan besarnya perhatian dan kepedulian terhadap pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan, khususnya di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dipilihnya Desa Bagelen sebagai lokasi kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.
Merdi Parmanto menuturkan bahwa desa merupakan garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan ideologi Pancasila dinilai mampu menjadi penguat nilai-nilai kebersamaan, toleransi antarumat beragama, serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat desa.
Ia berharap, melalui kegiatan PIP ini, masyarakat Desa Bagelen dapat semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, bermasyarakat, maupun dalam mendukung pembangunan desa.
Sementara itu, Mustika Bahrum dalam pemaparannya menegaskan bahwa Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan agenda penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, tantangan kehidupan berbangsa saat ini semakin kompleks, sehingga pemahaman terhadap ideologi Pancasila harus terus diperkuat agar tidak luntur oleh pengaruh negatif dari luar.
Mustika Bahrum menjelaskan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar teks atau simbol negara, melainkan nilai-nilai luhur yang harus diaktualisasikan dalam kehidupan nyata. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial harus menjadi dasar dalam bersikap dan bertindak di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, dan penggiat seni, untuk bersama-sama menjadi agen penguatan nilai Pancasila di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keharmonisan sosial dan mencegah munculnya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.
Kegiatan PIP ini menghadirkan dua narasumber, yakni R.I. Sodar dan Budi Kurniawan, yang menyampaikan materi terkait sejarah lahirnya Pancasila, makna setiap sila, serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Para narasumber juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengimplementasikan nilai Pancasila di tengah keberagaman.Dalam sesi pemaparan, narasumber menjelaskan bahwa Pancasila menjadi titik temu bagi seluruh perbedaan yang ada di Indonesia.
Oleh karena itu, nilai toleransi, saling menghargai, dan persatuan harus terus dijaga sebagai modal utama dalam membangun bangsa yang kuat dan berdaulat.Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif. Para peserta aktif mengikuti materi dan terlibat dalam sesi dialog, menyampaikan pandangan serta persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing, khususnya terkait kehidupan sosial dan kebudayaan.
Para penggiat seni yang hadir juga menilai kegiatan PIP sangat relevan dengan upaya pelestarian budaya lokal. Seni dan budaya, menurut mereka, dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Bagelen dan sekitarnya. Selain meningkatkan pemahaman ideologi kebangsaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat persatuan, menjaga kerukunan sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.(Raw).
