
Rawnews.co.id – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menyoroti pentingnya pengawasan kesehatan hewan ternak, khususnya sapi yang akan digunakan sebagai hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.Menurutnya, kebutuhan hewan ternak seperti sapi setiap tahunnya mengalami peningkatan signifikan.
Namun di lapangan, masih ditemukan hewan yang kurang sehat sehingga berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat sebagai penerima daging kurban.
“Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Hewan kurban harus dipastikan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi,” ujar Mikdar Ilyas saat diwawancarai awak media.
Ia menegaskan bahwa peran dinas terkait, khususnya yang membidangi kesehatan hewan dan peternakan, sangat penting dalam melakukan pengawasan sejak awal, mulai dari lokasi penjualan hingga menjelang proses penyembelihan.
Mikdar menyebut, pengawasan idealnya dilakukan sebelum hewan dibeli masyarakat di titik-titik penjualan. Hal ini penting agar masyarakat tidak dirugikan setelah membeli hewan yang ternyata tidak memenuhi syarat kesehatan.
“Kalau sudah dibeli baru diketahui tidak sehat, tentu kasihan masyarakat. Karena itu, kami menghimbau dinas terkait untuk proaktif turun langsung ke lapangan melakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta agar pengawasan tetap dilakukan hingga tahap penyembelihan. Dengan demikian, daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat benar-benar aman dan layak dikonsumsi.
Komisi II DPRD Lampung, lanjut Mikdar, juga akan berkoordinasi dengan dinas peternakan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar pengawasan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong masyarakat untuk menggunakan hewan ternak lokal asal Lampung sebagai hewan kurban. Selain lebih mudah diawasi kesehatannya, hal ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian peternak lokal.
“Lampung ini merupakan salah satu daerah penghasil ternak sapi yang cukup besar. Jadi kita harapkan masyarakat bisa memanfaatkan potensi lokal sekaligus membantu meningkatkan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Dengan pengawasan yang optimal dari dinas terkait serta kesadaran masyarakat, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh penerima.(Raw).
