
Rawnews.co.id – Pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan tidak semestinya berhenti pada penyampaian materi atau kegiatan seremonial. Tantangan sesungguhnya terletak pada bagaimana nilai-nilai Pancasila dipahami, dihayati, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut menjadi konteks penting dalam kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar anggota DPRD Provinsi Lampung, Hanifah, S.E., di Desa Kampung Baru, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang merupakan sosialisasi pertama Hanifah pada Oktober 2026 tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ahmad Faizi, S.Sos., M.Pd., dan Agustina Royani, S.P.
Sebagai Sekretaris Komisi I sekaligus anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi Lampung, Hanifah menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan penguatan pemahaman masyarakat terhadap ideologi negara dan nilai-nilai kebangsaan.
Namun, di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang, sosialisasi Pancasila perlu ditempatkan lebih jauh dari sekadar agenda pertemuan. Ukuran keberhasilannya tidak hanya terletak pada terselenggaranya kegiatan, tetapi juga pada sejauh mana pesan kebangsaan mampu membangun kesadaran dan mendorong perilaku nyata di tengah masyarakat.
Pancasila Harus Hadir dalam Kehidupan Sehari-hari
Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan atau rangkaian sila yang diucapkan dalam kegiatan formal. Nilai-nilainya harus tercermin dalam sikap saling menghormati, menjunjung keadilan, menjaga persatuan, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang demokratis.
Karena itu, pembinaan ideologi Pancasila membutuhkan pendekatan yang dekat dengan persoalan nyata masyarakat. Pemahaman tentang persatuan, misalnya, harus berjalan seiring dengan sikap menghargai perbedaan. Demikian pula nilai keadilan sosial perlu dipahami bukan hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai prinsip dalam memperlakukan sesama secara adil.
Dalam konteks tersebut, kegiatan sosialisasi di Desa Kampung Baru menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Kehadiran Ahmad Faizi dan Agustina Royani sebagai narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif dan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tantangan Sesungguhnya Ada pada Implementasi
Sosialisasi wawasan kebangsaan akan memiliki arti lebih besar apabila materi yang disampaikan tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Diperlukan kesinambungan edukasi dan keterlibatan masyarakat agar nilai-nilai yang dibahas dapat diterapkan secara konsisten.
Di sinilah pentingnya evaluasi terhadap kegiatan pembinaan ideologi Pancasila. Sejauh mana masyarakat memahami materi yang diberikan? Apakah pemahaman tersebut mendorong kepedulian terhadap lingkungan sosial? Dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan untuk memperkuat kerukunan serta menyelesaikan persoalan di lingkungan masyarakat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam menilai manfaat kegiatan sosialisasi secara substantif, bukan semata-mata berdasarkan terlaksananya agenda.
Bagi penyelenggara, tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa edukasi kebangsaan dapat terus menjangkau masyarakat dan memiliki dampak yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan di Kampung Baru, pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan kembali menjadi pengingat bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga negara, melainkan juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Pada akhirnya, Pancasila akan semakin bermakna ketika nilai-nilainya tidak hanya disampaikan dalam forum sosialisasi, tetapi benar-benar tercermin dalam sikap, keputusan, dan tindakan nyata masyarakat.(raw).
