
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi PDI Perjuangan, Solihin, menggelar kegiatan serap aspirasi (reses) di Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, pada Rabu (23/7).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaring berbagai permasalahan yang dialami masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah provinsi.
Hadir dalam kegiatan tersebut aparatur kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Antusiasme peserta cukup tinggi, mengingat kesempatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam sambutannya, Solihin menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali oleh anggota legislatif.
Tujuannya adalah untuk mengetahui persoalan nyata yang dihadapi masyarakat serta menyerap masukan untuk dibawa ke tingkat pembahasan di DPRD Provinsi Lampung.

“Semua masukan dan keluhan dari masyarakat akan kami inventarisasi dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada di tingkat provinsi. Reses ini menjadi jembatan komunikasi langsung antara rakyat dan wakilnya di parlemen,” ujar Solihin.
Beberapa aspirasi penting yang mencuat dalam pertemuan tersebut antara lain terkait dengan kesejahteraan petugas kebersihan dan penjaga sekolah.
Warga menyampaikan bahwa selama ini honor mereka masih bergantung pada dana komite sekolah, yang nominalnya bervariasi dan kerap tidak mencukupi.
Masyarakat berharap ada kebijakan provinsi yang dapat memberikan kepastian pendanaan, baik melalui skema hibah, dana BOS provinsi, atau skema pendanaan lainnya yang lebih jelas dan berkelanjutan.
Solihin merespons dengan menjelaskan bahwa mekanisme bantuan pendidikan saat ini memang ada yang berbasis proposal, namun juga bisa berasal dari dana BOS yang perhitungannya disesuaikan dengan jumlah murid dan kondisi sekolah.
Ia menyatakan akan membawa aspirasi tersebut untuk dibahas lebih lanjut bersama komisi terkait di DPRD.
Selain itu, warga juga menyampaikan permintaan terkait perbaikan jalan lingkungan dan program bedah rumah.
Dua hal ini dinilai sangat mendesak karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat. Warga berharap pemerintah provinsi dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung infrastruktur dan perumahan layak huni di wilayah Metro Timur.
Menutup kegiatan, Solihin menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan setiap aspirasi yang masuk, serta memastikan bahwa masyarakat mendapatkan perhatian dan pelayanan yang maksimal dari pemerintah provinsi.(Raw)
