
Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusnadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV, melaksanakan kegiatan reses masa sidang di Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Lampung Timur, pada rentang 23 hingga 30 Juli 2025.
Dalam kunjungannya ke sejumlah titik, Yusnadi menerima berbagai aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan infrastruktur jalan desa yang disebut mencapai kondisi rusak parah di atas 90 persen.
Ia menjelaskan pentingnya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai klasifikasi jalan agar mereka mengetahui mana yang menjadi kewenangan pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi.
“Kita sampaikan bahwa tidak semua jalan merupakan tanggung jawab provinsi. Masyarakat perlu tahu, agar aspirasi mereka lebih terarah. Selain itu, kami dorong juga penggunaan Dana Desa untuk perbaikan jalan lingkungan,” ujarnya.
Yusnadi juga menyoroti permasalahan jalan tanah yang banyak dikeluhkan masyarakat. Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung melalui Gubernur pun mendorong peningkatan kualitas jalan sebagai bagian dari program prioritas yang berdampak langsung ke masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung konflik lahan dan permasalahan sektor pertanian, khususnya harga singkong yang dikeluhkan petani.
Menurutnya, persoalan tersebut bahkan sudah sampai ke tingkat pembahasan di tingkat pemerintah pusat, dan pihak DPRD akan terus mengawal hal itu.Isu lain yang mengemuka dalam reses tersebut adalah kondisi tambak di daerah Pasir Sakti yang kini tak produktif akibat alih fungsi lahan sawah menjadi tambak sejak 2018.
Hal itu diperparah dengan masuknya air laut ke area pertanian melalui sungai, sehingga tidak memungkinkan untuk kembali menanam padi.
Menanggapi hal itu, Yusnadi menyatakan akan mengupayakan pembangunan tanggul penahan air laut agar ribuan hektare lahan pertanian bisa kembali difungsikan.
“Komisi IV akan berusaha mendorong agar program pembangunan tanggul bisa masuk dalam penganggaran tahun depan. Ini penting agar masyarakat bisa kembali bertani,” tegasnya.
Yusnadi juga menyebutkan bahwa dirinya bersama Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur turut meninjau beberapa titik krusial, termasuk kondisi jembatan di Kali Pasir serta pembahasan masalah bendungan dan bantuan sosial yang dinilai tidak tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan kurangnya penerangan jalan, khususnya di ruas jalan dari Way Jepara hingga Sukadana yang dinilai rawan dan minim lampu.
Terkait hal ini, Yusnadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak balai dan instansi teknis terkait.“Kami akan kawal kebutuhan penerangan jalan ini agar mendapat perhatian dari pihak berwenang,” pungkasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Yusnadi berharap aspirasi masyarakat bisa ditindaklanjuti secara konkret dan memberi dampak nyata dalam peningkatan kesejahteraan warga Lampung Timur.(Raw).
