Yudha Al Hadjid Gelar Reses di Desa Bunut, Warga Sampaikan Aspirasi Prioritas Air Bersih

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi NasDem, Yudha Al Hadjid, kembali melaksanakan kegiatan Reses di Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran. Kehadiran Yudha disambut hangat oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang antusias ingin menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat mereka.

Kepala Desa Bunut, Bayu Piska Mahendra, dalam sambutannya menegaskan bahwa kunjungan Yudha ke Desa Bunut memiliki nilai tersendiri bagi masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa desa tersebut juga menjadi titik pertama yang dikunjungi Yudha pada reses tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun lalu Desa Bunut menjadi lokasi pertama beliau melaksanakan reses, dan tahun ini kembali menjadi titik pertama. Ini suatu kebanggaan bagi kami sebagai masyarakat,” ujar Bayu di hadapan peserta reses.

Bayu menekankan pentingnya kegiatan reses sebagai amanat undang-undang sekaligus sebagai sarana membangun sinergi antara pemerintah desa dan wakil rakyat. Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan reses diawasi oleh berbagai pihak, mengingat kegiatan ini menggunakan anggaran negara.

“Kegiatan ini dipantau karena menggunakan uang negara. BPK pun pernah datang untuk mengecek pelaksanaan kegiatan di desa kami. Transparansi itu penting,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bayu mengutarakan kebutuhan mendesak masyarakat Bunut, yaitu pengadaan sumur bor untuk menambah sumber air bersih. Ia menjelaskan bahwa saat ini air bersih desa dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun sumbernya masih berasal dari desa tetangga, yakni Desa Pesawaran Indah. Debit air yang terbatas sering kali menimbulkan keluhan dari warga.

“Debitnya terbatas, petugas air sering menerima keluhan warga karena aliran air mati atau tidak lancar. Kami sangat berharap sumur bor ini bisa terealisasi sebagai sumber air baru,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa jika sumur bor dapat diwujudkan, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat tetapi juga menjadi amal jariyah bagi pihak yang memperjuangkannya, termasuk wakil rakyat.

Menanggapi aspirasi warga, Yudha Al Hadjid menyampaikan bahwa dirinya akan tetap berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk usulan sumur bor di Dusun Batu Payung. Ia menegaskan bahwa setiap aspirasi akan ditampung sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran.

“Namanya aspirasi, tugas saya memperjuangkannya. Untuk Desa Bunut dan Dusun Batu Payung, saya akan berusaha semaksimal mungkin,” ujar Yudha.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa dalam dua tahun terakhir pemerintah pusat dan daerah sedang melakukan efisiensi anggaran besar-besaran, sehingga beberapa usulan anggota DPRD belum bisa terealisasi.

Yudha juga memaparkan bahwa saat ini ia bertugas di Komisi III DPRD Provinsi Lampung, yang membidangi pendapatan daerah serta pengawasan penerimaan anggaran. Namun begitu, ia menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki komitmen penuh terhadap aspirasi konstituennya.

“Saya duduk di sini karena suara bapak dan ibu semua. Dari Desa Bunut ada 185 suara yang mengantarkan saya. Itu bukan hanya angka, tapi keluarga saya,” tegas Yudha.

Dalam forum dialog, Yudha meminta masyarakat menyampaikan kebutuhan secara terbuka dan tidak mementingkan kepentingan pribadi.

“Aspirasi itu harus untuk kepentingan orang banyak. Sampaikan apa adanya, saya siap memperjuangkan. Jangan khawatir saya sibuk, WA jam 1 malam pun biasanya baru kebaca sore, tapi tetap saya balas,” canda Yudha yang disambut tawa warga.

Kegiatan reses kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka antara warga dan anggota DPRD, di mana masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas desa.(raw).

Related posts

Leave a Comment