Warga Kampung Jaya Sakti, Minta Normalisasi Bendungan ke Bang Sura 

Rawnews.co.id — Kampung Jaya Sakti, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi titik kedua dalam rangkaian 12 titik reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Abdullah Surajaya, pada Senin (17/11/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari komitmen Bang Sura—sapaan akrabnya—untuk turun langsung ke masyarakat guna mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga di daerah pemilihannya.

Kegiatan reses yang dipusatkan di balai desa setempat tersebut dihadiri aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Kampung Jaya Sakti yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi. Suasana acara berlangsung aktif dan dialogis, mencerminkan tingginya partisipasi warga dalam menyuarakan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.

Dalam sambutannya, Abdullah Surajaya yang juga merupakan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan sarana resmi bagi wakil rakyat untuk menerima keluhan masyarakat dan memperjuangkannya di lembaga legislatif.

“Dalam reses ini, wakil rakyat menerima keluhan masyarakat dan akan memperjuangkannya melalui lembaga legislatif. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil yang dipercaya oleh masyarakat,” ujar Bang Sura.

Ia juga menjelaskan bahwa seorang anggota DPRD memiliki tiga tugas dan fungsi utama, yakni penganggaran (budgeting), pengawasan, dan legislasi. Melalui fungsi tersebut, reses menjadi pintu masuk penting untuk menyerap aspirasi yang nantinya dapat diintegrasikan dalam pembahasan anggaran pembangunan di tingkat provinsi.

Pada sesi penyampaian aspirasi, sejumlah keluhan warga Kampung Jaya Sakti disampaikan secara langsung. Masyarakat menyoroti kondisi jalan kabupaten yang rusak dan menghambat aktivitas sehari-hari. Selain itu, warga juga meminta perhatian pemerintah terhadap pembangunan jembatan penghubung Way Tipo Balak, yang dinilai sangat penting sebagai akses antarwilayah. Tidak hanya itu, permintaan normalisasi bendungan juga mengemuka karena bendungan tersebut menjadi sumber air penting bagi lahan pertanian warga.

Menanggapi aspirasi yang masuk, Abdullah Surajaya tidak menutup-nutupi tantangan yang sedang dihadapi pemerintah provinsi. Ia menjelaskan bahwa APBD Provinsi Lampung saat ini masih mengalami defisit anggaran, sehingga tidak semua program dapat langsung terealisasi dalam waktu cepat. Meski demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap mengupayakan aspirasi warga melalui koordinasi dengan dinas terkait.

“Memang APBD Provinsi Lampung sedang mengalami defisit. Namun meskipun begitu, saya tetap akan mencoba memperjuangkan seluruh aspirasi yang bapak-ibu sampaikan agar bisa ditindaklanjuti sesuai kemampuan anggaran,” tegasnya.

Kegiatan reses di Kampung Jaya Sakti ditutup dengan dialog terbuka dan harapan dari masyarakat agar aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah. Warga mengapresiasi kehadiran Bang Sura yang dinilai konsisten turun langsung dan membuka ruang komunikasi bagi masyarakat tanpa batasan.

Dengan terselenggaranya reses hari kedua ini, Abdullah Surajaya melanjutkan perjalanan menuju titik-titik berikutnya di Lampung Tengah sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan pembangunan berjalan merata dan kebutuhan masyarakat tersampaikan secara langsung.(raw).

Related posts

Leave a Comment