
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra, I Made Suarjaya, menyerap sejumlah aspirasi masyarakat saat melaksanakan kegiatan reses di daerah pemilihan.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung yang membidangi sektor perekonomian dan pertanian, I Made menyoroti berbagai persoalan yang dihadapi para petani.
Dalam dialog bersama warga, banyak masyarakat yang mengeluhkan kerusakan jalan usaha tani. Jalan tersebut merupakan akses vital dalam mendistribusikan hasil panen, namun kondisinya rusak parah dan tidak layak dilalui.
Selain itu, petani juga mengusulkan adanya perbaikan dan normalisasi saluran irigasi yang kini mengalami pendangkalan. Irigasi yang tidak berfungsi optimal berdampak pada terganggunya sistem pengairan lahan pertanian, khususnya pesawahan.
“Saya selaku wakil rakyat di DPRD Provinsi Lampung akan meneruskan aspirasi ini ke balai yang memiliki wewenang terkait irigasi. Melalui Fraksi Gerindra, saya akan mendorong agar perbaikan ini menjadi prioritas,” tegas I Made Suarjaya.Selasa, 5 Agustus 2025.
Tak hanya infrastruktur, polemik harga komoditas juga menjadi sorotan. Salah satu keluhan utama yang disampaikan petani adalah merosotnya harga singkong.
Menurut laporan dari lapangan, harga singkong yang diterima petani saat ini hanya sekitar Rp400 per kilogram — jauh di bawah harga acuan yang telah ditetapkan Gubernur Lampung sebesar Rp1.350 per kilogram.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak perusahaan tidak mematuhi instruksi Gubernur terkait harga singkong. Ini tentu sangat merugikan petani,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah petani memilih beralih menanam komoditas lain seperti jagung dan padi, yang dinilai lebih menjanjikan dari sisi harga jual.
I Made menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kepentingan petani dan memastikan agar kebijakan yang dibuat pemerintah dapat dijalankan secara konsisten di lapangan.(raw)
