Lewat Sosialisasi PIP, Mustika Bahrum Ajak Warga Perkuat Nilai Kebangsaan

Rawnews.co.id – Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Golkar, Mustika Bahrum, menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP) ke-II di Dusun Sukamarga, Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Gedong Tataan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ratusan warga yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Hadir pula dua narasumber, Yusak dan RI Sodar, yang memberikan materi terkait penguatan ideologi Pancasila dan pentingnya menjaga wawasan kebangsaan di tengah perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Mustika Bahrum menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara harus terus diperkuat pemahamannya di tengah masyarakat, khususnya di era modern yang penuh tantangan sosial, budaya hingga arus informasi yang begitu cepat.

Menurutnya, kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi salah satu upaya nyata dalam menanamkan kembali nilai-nilai luhur bangsa agar tetap hidup di tengah kehidupan masyarakat.

“Pancasila bukan hanya hafalan lima sila, tetapi harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai gotong royong, persatuan, toleransi dan musyawarah harus terus kita jaga bersama,” ujar Mustika Bahrum.

Ia menyampaikan, menjaga ideologi bangsa merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat sebagai elemen utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Politisi Golkar itu juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam merawat semangat nasionalisme serta tidak mudah terpengaruh paham-paham yang dapat memecah belah persatuan.

“Melalui kegiatan ini saya ingin masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami bahwa Pancasila adalah fondasi bangsa yang harus terus dijaga dan diamalkan,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber Yusak dalam pemaparannya menyoroti pentingnya penguatan wawasan kebangsaan sebagai benteng menghadapi berbagai tantangan global dan perubahan sosial.Menurutnya, implementasi nilai-nilai Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan masyarakat, melalui sikap saling menghormati, toleransi serta budaya gotong royong.

“Kalau nilai Pancasila dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, maka konflik sosial dapat diminimalisir dan masyarakat akan hidup harmonis,” katanya.

Senada, narasumber RI Sodar menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan penting ditanamkan agar masyarakat memiliki kesadaran kolektif menjaga persatuan, terutama di tengah derasnya pengaruh informasi di era digital.

Ia menilai sosialisasi seperti ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami makna kebangsaan, demokrasi, serta tanggung jawab warga negara.Kepala Desa Gedong Tataan turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila sangat bermanfaat untuk menambah pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan kebersamaan.

“Kami berterima kasih kepada Mustika Bahrum yang terus hadir di tengah masyarakat membawa edukasi dan penguatan nilai kebangsaan,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui dialog dan tanya jawab antara masyarakat dengan narasumber. Sejumlah warga menyampaikan aspirasi sekaligus pandangan mengenai pentingnya menjaga kerukunan serta peran masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

Melalui kegiatan PIP ke-II ini, Mustika Bahrum berharap semangat kebangsaan di tengah masyarakat terus terjaga, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengamalkan Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.(raw).

Related posts

Leave a Comment