Kadis Pariwisata Lampung Dituntut Kerja Ekstra Dongkrak PAD di Tengah Keterbatasan Anggaran

Rawnews.co.id – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Provinsi Lampung tidak lepas dari tantangan keterbatasan anggaran. Meski demikian, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) tetap dituntut untuk mampu berinovasi dalam mengoptimalkan potensi wisata yang ada.

Anggota Komisi II DPRD Lampung, I Made Suarjaya, menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah tidak boleh menjadi alasan stagnasi dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia mendorong jajaran Disparekraf di bawah kepemimpinan Tony Ferdiansyah untuk lebih kreatif dalam merumuskan strategi peningkatan PAD.

“Memang kita akui ada keterbatasan anggaran, tapi justru di situlah diperlukan inovasi. Bagaimana dengan anggaran yang ada bisa menghasilkan output yang maksimal, terutama dalam meningkatkan PAD dari sektor pariwisata,” ujar Made saat diwawancarai, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, inovasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti penguatan promosi digital, pengemasan event wisata, hingga kolaborasi dengan pihak swasta dan komunitas kreatif. Langkah ini dinilai lebih efisien namun tetap berdampak luas terhadap peningkatan kunjungan wisatawan.

Lampung sendiri memiliki beragam destinasi unggulan seperti Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, serta daerah wisata lainya yang selama ini menjadi daya tarik utama wisatawan. Potensi tersebut, kata Made, harus dimaksimalkan melalui pendekatan yang lebih modern dan adaptif.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor ekonomi kreatif sebagai penopang pariwisata. Produk UMKM, kuliner khas, hingga seni budaya lokal dinilai mampu meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang lama tinggal wisatawan

.“Kalau wisatawan datang dan banyak aktivitas yang bisa dilakukan, tentu pengeluaran mereka juga meningkat. Ini yang akan berdampak langsung pada PAD,” jelasnya.

Di sisi lain, Made tetap mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang telah melakukan perbaikan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju destinasi wisata.

Menurutnya, hal tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.Namun, ia kembali menekankan bahwa keberhasilan peningkatan PAD tidak hanya bergantung pada infrastruktur, melainkan juga pada kemampuan pemerintah daerah dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata secara efektif.

Dengan berbagai tantangan yang ada, DPRD berharap Disparekraf Lampung dapat menghadirkan terobosan baru yang mampu menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber utama pendapatan daerah.

“Intinya bagaimana potensi besar yang kita miliki ini bisa dikelola secara maksimal. Kalau itu dilakukan, saya yakin PAD dari sektor pariwisata Lampung akan terus meningkat,” pungkasnya.(raw).

Related posts

Leave a Comment