I Made Suarjaya Kecam Tindakan Berutal Aparat Saat Aksi Demo

Rawnews.co.id – Demo petani singkong dan mahasiswa yang di gelar di depan pintu masuk komplek perkantoran Pemerintah Provinsi Lampung sempat ricuh. Pendemo sempat mengadakan perlawanan dengan cara melempar batu ke arah aparat kepolisian yang berjaga. Tindakan tersebut dibalas dengan tembakan Water Canon dan gas air mata dari aparat ke peserta aksi.

Dari pantauan redaksi rawnews.co.id dilapangan, demo yang ricuh tersebut menimbulkan korban dari kedua belah pihak, sedikitnya dua anggota kepolisian harus dilarikan ke rumah sakit setelah kepalanya mengeluarkan darah terkena lemparan batu.

Sementara, dari pihak pendemo juga banyak berjatuhan korban. Salah satunya Nengah Candra yang tak lain ketua KMHDI Lampung. Kronologi peristiwa terjadi setelah Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal menerima perwakilan pendemo untuk berbicara.

Nengah Candra yang saat itu duduk di tangga langsung di hampiri oleh beberapa aparat kepolisian yang langsung melakukan tindak pemukulan hingga yang bersangkutan jatuh pingsan.

Mengetahui hal ini, anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra I Made Suarjaya  langsung menyambangi korban yang di rawat di rumah sakit A.Dadi Tjokrodipo. Korban mengalami sesak nafas hingga pingsan dan harus mendapatkan perawatan lanjutan.

Made mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap para pendemo. Sementara Gubernur Lampung sendiri dengan humanis menerima perwakilan pendemo untuk berbicara.

“Saya selaku anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung mengecam tindakan resprentif aparat kepada para pendemo hingga jatuh korban” ujarnya(*)

Related posts

Leave a Comment