Warga Pekon Kediri Minta Bantuan Alsintan dan Sumur Bor ke Tondi Muammar Gaddafi

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil III, Tondi Muammar Gaddafi, menggelar kegiatan reses di Pekon Kediri, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat dan turut didampingi oleh Anton Subagio, anggota DPRD Kabupaten Pringsewu dari Fraksi Golkar.

Dalam sambutannya, Tondi memperkenalkan diri kepada masyarakat dan menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari warga Pekon Kediri.

Ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari agenda resmi reses DPRD Provinsi Lampung, sekaligus ajang silaturahmi antara wakil rakyat dan masyarakat yang diwakilinya.

“Meski saya berdomisili di Kota Metro dan belum sempat menjangkau wilayah ini sebelumnya, saya merasa penting untuk hadir dan memperkuat komunikasi dengan warga Pringsewu. Ini adalah bentuk upaya kami menjaga silaturahmi, sebagaimana yang telah dibangun sebelumnya oleh Bu Ririn,” jelas Tondi, yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Kota Metro dan kini menjalani masa jabatan pertamanya di tingkat provinsi.

Tondi mengakui bahwa dirinya tidak memperoleh suara dari Pringsewu dalam pemilu legislatif lalu, namun menegaskan bahwa pengabdian sebagai anggota DPRD Provinsi tidak boleh dibatasi oleh batas wilayah semata.

Ia berharap kehadirannya dapat membuka komunikasi yang lebih luas dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara menyeluruh di Dapil III yang mencakup Kota Metro, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Pringsewu.

Salah satu warga, Suwardi, menyampaikan aspirasi terkait kondisi pertanian di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa para petani, terutama generasi muda, masih menghadapi kesulitan akibat keterbatasan alat pertanian modern.

Menurutnya, jika tidak segera diatasi, hal ini akan membuat generasi milenial enggan terlibat dalam sektor pertanian.”Harapan kami, para petani bisa didukung dengan pengadaan alat-alat pertanian seperti traktor mini atau mesin bajak rotary.

Ini penting agar kaum muda mau ikut terlibat dan pertanian kita bisa lebih maju. Kalau hanya mengandalkan cangkul, mereka akan merasa berat dan tidak tertarik,” ujarnya.

Selain itu, Suwardi juga menyoroti persoalan ketersediaan air untuk irigasi, terutama di musim kemarau. Ia berharap pemerintah dapat mencarikan solusi agar air tidak hanya bergantung pada hujan, tetapi bisa diakses melalui sistem pengairan alternatif seperti sumur bor atau pompa air tanah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Tondi berjanji akan menampung dan memperjuangkannya melalui forum DPRD Provinsi. Ia menyatakan komitmennya untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah maupun provinsi.

“Kami akan terus mendorong penguatan program ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur pertanian, termasuk penyediaan alat dan akses air bagi para petani. Aspirasi hari ini akan menjadi bahan kami untuk dibawa ke tingkat pembahasan lebih lanjut,” pungkasnya(raw)

Related posts

Leave a Comment