Warga Fajar Agung Barat Keluhkan Infrastruktur dan Kesulitan Petani Ikan

Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Komisi I, Mustika Bahrum, menggelar kegiatan reses di Pekon Fajar Agung Barat, Kecamatan Pringsewu Timur, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan ini dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat yang turut menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.

Dalam sambutannya, Mustika menekankan pentingnya silaturahmi sebagai dasar utama dalam membangun komunikasi dan kepercayaan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilannya dalam menjalani empat periode sebagai anggota legislatif tidak lepas dari komitmennya menjalin kedekatan emosional dengan masyarakat

.“Silaturahmi adalah kunci. Kedekatan emosional dengan masyarakat adalah fondasi utama. Tanpa itu, keberlanjutan dalam mengemban amanah akan sulit terwujud,” ujar Mustika.

Melalui forum serap aspirasi ini, berbagai permasalahan diungkapkan oleh warga. Salah satunya adalah kondisi jalan lingkungan yang rusak dan menghambat mobilitas warga.

Masyarakat berharap agar Pemerintah Provinsi Lampung dapat memberikan perhatian dan anggaran untuk perbaikan infrastruktur tersebut.

Keluhan lain datang dari para petani ikan. Mereka menyampaikan kondisi usaha budidaya ikan yang semakin tertekan akibat harga pakan (pelet) yang tinggi, sementara harga jual ikan tidak sebanding.

Situasi ini menyebabkan banyak petani mengalami kerugian dan kesulitan untuk berkembang.“Harga pakan naik, sementara harga ikan turun. Kami minta perhatian dari pemerintah agar ada subsidi, bantuan, atau solusi lain agar kami bisa bertahan,” ujar salah satu warga.

Selain itu, warga juga mengusulkan adanya dukungan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT), agar ibu-ibu di pekon dapat diberdayakan melalui program pertanian rumah tangga yang berkelanjutan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mustika menyatakan komitmennya untuk membawa dan memperjuangkan suara masyarakat dalam pembahasan di DPRD Provinsi Lampung.

Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan reses sebagai bentuk nyata demokrasi yang partisipatif.

“Semua masukan ini akan saya tindaklanjuti dan sampaikan ke pemerintah provinsi. Saya akan dorong agar Pringsewu menjadi prioritas dalam alokasi pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dan pertanian rakyat,” pungkas Mustika.

Kegiatan reses ini ditutup dengan dialog interaktif, di mana warga diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, dan menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.(Raw)

Related posts

Leave a Comment