Banyak Program Di DPRD Provinsi Jika Pemda Pringsewu Mau, Jika Tidak Kita Alihkan Ke Daerah Lain

Rawmews.co.id  — Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan (Dapil) III menggelar kegiatan reses di Kabupaten Pringsewu untuk menyerap aspirasi serta memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Kegiatan ini dihadiri oleh Koordinator Dapil III DPRD Provinsi Lampung, Iswan A. Caya, Ketua DPRD Kabupaten Pringsewu Anton Subagio, serta sejumlah kepala dinas dan pejabat pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Anton Subagio menegaskan pentingnya peran DPRD Provinsi dalam memperkuat pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pringsewu, khususnya dalam menyikapi berbagai persoalan strategis. Ia menyebut bahwa ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama yang sejalan dengan program Presiden RI serta visi Gubernur Lampung sebelumnya. Kabupaten Pringsewu yang pernah dikenal sebagai daerah agraris dinilai membutuhkan dukungan lebih dalam mengembangkan sektor pangan.

Selain itu, Anton juga menyoroti ketidakjelasan status jalan kabupaten yang telah diserahkan ke Pemerintah Provinsi Lampung. Ia menyebutkan bahwa sekitar 15 ruas jalan telah diajukan untuk ditangani provinsi, termasuk akses vital dari Bandara Raden Inten II menuju Pesisir Barat yang melintasi wilayah Pringsewu seperti Negeri Katon hingga Tugu Gajah.

“Sinkronisasi sangat diperlukan. Kita butuh dukungan dari teman-teman DPRD Provinsi untuk menguatkan niat baik pemerintah kabupaten. Karena hari ini, belanja modal kita hanya mencapai sekitar Rp40 miliar dan itu pun berasal dari efisiensi ketat,” tegas Anton.

Ia juga menyinggung soal pengelolaan Terminal Gadingrejo yang kini telah menjadi kewenangan provinsi. Anton berharap agar aset-aset yang telah dilimpahkan dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan provinsi. Masalah infrastruktur pendidikan juga disampaikan, terutama terkait akses jalan menuju SMA dan SMK negeri yang belum tertangani meski bangunan sekolah merupakan aset provinsi.

Tak hanya itu, persoalan lingkungan seperti TPA Bumiayu yang sudah kelebihan kapasitas turut menjadi sorotan. Anton mendorong agar pengelolaan sampah dan penyediaan infrastruktur dasar lainnya juga menjadi perhatian dalam program provinsi ke depan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Koordinator Dapil III DPRD Provinsi Lampung, Iswan A. Caya menyampaikan bahwa pihaknya telah membawa berbagai program yang telah dan akan dirancang untuk Pringsewu dalam APBD Provinsi Lampung 2025. Ia menekankan bahwa DPRD Provinsi hadir bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan di daerah.

“Kami ingin mempercepat akselerasi program yang telah direncanakan di tingkat provinsi. Jika memungkinkan, akan kami dorong agar Pringsewu mendapatkan porsi lebih besar dalam program strategis, baik di bidang ketahanan pangan, penanganan banjir, maupun sektor kesehatan,tapi jika Pemda mau, jika tidak masih banyak daerah lain yang masih membutuhkan program dari Provinsi” ujar Iswan.

Ia juga menegaskan pentingnya gotong royong antara DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, pemerintah daerah, dan pusat, agar pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami membawa amanah masyarakat dan ingin mewujudkan pembangunan yang adil dan merata. Pringsewu adalah bagian dari lumbung pangan dan memiliki peran strategis di Lampung Tengah bagian barat, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius,” tambahnya.

Kegiatan reses ini ditutup dengan diskusi dan penyampaian sejumlah usulan prioritas pembangunan yang akan dikawal bersama oleh DPRD Provinsi Lampung.(Raw).

Related posts

Leave a Comment