
Desa Kertasana Titik Ke-4 Reses Mustika Bahrum, Warga Keluhkan Pupuk dan Jalan RusakRawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Reses ke-4 Tahun Anggaran 2025 dengan menyerap aspirasi masyarakat di Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Rabu (12/11/2025).
Agenda yang dipusatkan di balai desa setempat ini menjadi titik keempat dari total 12 titik reses yang dijadwalkan di wilayah dapilnya.Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penjabat Kepala Desa Kertasana Nusrin Makbulloh, aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga yang antusias untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil mereka di tingkat provinsi.
Dalam sambutannya, Nusrin Makbulloh menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Mustika Bahrum ke desanya. Dirinya menilai kehadiran legislator merupakan bukti komitmen untuk mendengarkan keluhan serta kebutuhan masyarakat desa secara langsung.
“Selamat datang kepada bapak Mustika Bahrum. Kami mengucapkan terima kasih karena telah hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat kami,” ujar Nusrin.
Sementara itu, Mustika Bahrum menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi wakil rakyat untuk menjalin komunikasi dua arah dengan warga. Melalui kegiatan ini, keluhan dan kebutuhan masyarakat dapat dirangkum dan diperjuangkan melalui kebijakan di DPRD Provinsi Lampung.
“Kegiatan reses adalah wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan seluruh keluhan dan kebutuhan yang terjadi di desa. Semua aspirasi akan kami tampung dan perjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat provinsi,” tegas Mustika.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, masyarakat Desa Kertasana yang mayoritas berprofesi sebagai petani menyampaikan sejumlah keluhan. Di antaranya terkait kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan obat-obatan pertanian yang semakin terbatas.

Warga juga menyoroti kesulitan air yang kerap terjadi pada musim kemarau, sehingga berdampak pada lahan pertanian mereka.Tak hanya sektor pertanian, aspirasi juga datang dari bidang kesehatan.
Warga mengaku banyak kartu BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif, sehingga menyulitkan masyarakat saat membutuhkan layanan pengobatan.Menutup kegiatan, Mustika Bahrum menyampaikan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi warga ke meja pembahasan di DPRD Provinsi Lampung.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.“Setiap masukan sangat berharga.
Insyaallah, apa yang disampaikan hari ini akan kami perjuangkan dan kawal agar memperoleh solusi terbaik,” pungkasnya.(raw).
