
Rawnews.co.id — Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, memulai agenda Reses ke-4 Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Pringsewu dengan menjadikan Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, sebagai titik pertama. Kegiatan berlangsung di balai pekon setempat pada Minggu, 16 November 2025, dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi.
Reses ini turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subagio, aparatur pekon, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga yang hadir untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, Anton Subagio menyinggung keberagaman masyarakat Lampung yang dinilainya sebagai contoh hidup dari semangat Bhineka Tunggal Ika. Ia menyampaikan bahwa Lampung merupakan daerah yang dihuni berbagai suku, namun tetap hidup harmonis.
Menurut Anton, masyarakat Lampung selama ini mampu menaungi siapa pun yang tinggal di wilayahnya. Ia pun mengajak warga untuk menjaga kerukunan sekaligus menghargai adat setempat sebagai identitas daerah.
“Salah satu contoh masyarakat yang benar-benar mempraktikkan NKRI adalah suku Lampung,” katanya.Anton juga menyinggung dinamika politik di masa lalu dan menyampaikan bagaimana perubahan sistem pemilihan berpengaruh terhadap suara masyarakat. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kedekatan antara wakil rakyat dan masyarakat sehingga aspirasi dapat tersampaikan dengan baik.

Sementara itu, Mustika Bahrum dalam sambutannya menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membeda-bedakan masyarakat yang ia datangi, baik dalam masa kampanye maupun dalam kegiatan kedewanan.
Ia menyebut perjalanan politiknya selama empat periode merupakan hasil dari konsistensinya menjaga niat yang lurus dan pelayanan kepada masyarakat.“Kalau hati dijaga lurus, insyaallah Allah bukakan jalan,” ujar Mustika.
Ia juga menyinggung mengenai dinamika kerja di DPRD Provinsi Lampung, terutama terkait pengelolaan anggaran serta kerja-kerja legislasi yang harus dilakukan meski dalam tekanan waktu.Politisi Partai Golkar ini memastikan semua aspirasi yang muncul akan dicatat oleh timnya untuk kemudian diperjuangkan melalui fraksi dan e-pokir DPRD Provinsi Lampung.
Dalam sesi dialog, masyarakat Pekon Klaten menyampaikan sejumlah persoalan penting, terutama terkait sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan.Kepala Pekon Klaten, Ngadik, menjelaskan keluhan utama yang dirasakan para petani, yaitu kondisi irigasi yang belum memadai meski lahan pertanian mencapai sekitar 80 hektare.
Menurutnya, aliran air dari wilayah Talang Pagelaran ke Klaten sering tidak stabil, sementara normalisasi yang dilakukan pemerintah pekon belum cukup untuk mengatasi permasalahan tersebut.Ia juga menyoroti tidak adanya pengurus P3A di Klaten karena wilayahnya relatif kecil.
Warga berharap pemerintah provinsi dapat membantu pembangunan pelengsengan dan normalisasi irigasi agar aliran air stabil dan mampu menunjang produksi pertanian.Selain itu, persoalan serangan tikus juga menjadi keluhan serius petani. Warga meminta dukungan dari dinas pertanian untuk memberikan solusi penanganan agar tanaman tidak terus-menerus mengalami kerusakan.
Di bidang pendidikan, warga mengeluhkan masih adanya penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai kurang tepat sasaran. Menurut mereka, siswa dari keluarga kurang mampu belum seluruhnya tersentuh program tersebut, sementara ada penerima dari keluarga mampu yang justru lolos pendataan.Pada sektor kesehatan, masyarakat mengeluhkan sulitnya akses layanan terutama bagi warga tidak mampu yang belum memiliki BPJS.
Mereka berharap ada perbaikan data dan percepatan penanganan mengingat tahun 2025 dilakukan verifikasi data dari pusat yang menyebabkan banyak ketidaksesuaian.Menanggapi hal tersebut, Mustika Bahrum menyatakan seluruh aspirasi sudah dicatat oleh timnya dan akan dibahas melalui mekanisme resmi di DPRD Provinsi Lampung.
Ia memastikan perjuangan terhadap kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.“Semua catatan akan kita bawa dan kita perjuangkan di tingkat provinsi. Mudah-mudahan bisa terealisasi sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Kegiatan reses ditutup dengan dialog santai antara masyarakat dan Mustika Bahrum. Warga berharap kehadiran wakil rakyat di pekon mereka tidak berhenti pada reses saja, namun terus berlanjut dengan realisasi kebutuhan prioritas masyarakat.(raw).
