
Rawnews.co.id – Sebuah rumah milik warga di Dusun Pasir Sakti, Desa Pasiran Jaya, Kabupaten Tulang Bawang, roboh hingga rata dengan tanah setelah diterjang angin kencang.Rumah tersebut diketahui milik Pak Manto. Meski bangunan hancur total, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tokoh masyarakat setempat, Marsono, menjelaskan bahwa angin yang terjadi bukan merupakan puting beliung, melainkan angin kencang biasa yang datang secara tiba-tiba.“Enggak ada tanda-tanda sebelumnya, hanya angin kencang saja. Bukan seperti puting beliung, tapi cukup kuat sampai merobohkan rumah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi rumah yang sudah tua menjadi salah satu penyebab bangunan tersebut tidak mampu bertahan. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1996–1997 dengan konstruksi lama tanpa pondasi permanen.“Itu rumah lama, masih model ompak seperti rumah zaman dulu,” jelasnya.Pasca kejadian, warga sekitar langsung bergerak cepat membantu korban. Secara gotong royong, masyarakat bahu-membahu membangun kembali rumah tersebut.
Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari material bangunan seperti semen, kayu, hingga bantuan uang tunai dari para donatur.Anggota DPRD Provinsi Lampung, Ketut Rameo, turut memberikan bantuan kepada korban berupa uang tunai sebesar Rp1 juta untuk membantu percepatan pembangunan rumah.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap warga yang tertimpa musibah. Semoga bisa sedikit meringankan beban dan membantu pembangunan kembali rumah yang roboh,” ujarnya.Marsono menyebut, bantuan tersebut sangat berarti bagi korban, terlebih dalam kondisi darurat pasca bencana.
“Alhamdulillah bantuan dari berbagai pihak sangat membantu. Sekarang rumahnya sudah berdiri kembali dan sedang proses penyelesaian seperti pengecoran lantai,” kata Marsono.Ia menegaskan, semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan.
“Semua saling bantu, ada yang kasih bahan bangunan, ada juga yang bantu tenaga. Ini bentuk kebersamaan masyarakat,” tambahnya.Sementara itu, pihak keluarga korban mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan, baik dari masyarakat maupun para donatur, termasuk dari anggota DPRD Lampung.
Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, Marsono juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana alam. Menurutnya, perubahan cuaca tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga pada sektor pertanian.Ia mengimbau warga untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah mitigasi bencana.

“Saya berharap masyarakat bisa rutin gotong royong, minimal dua minggu sekali untuk bersih-bersih lingkungan, termasuk merapikan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan di sekitar rumah,” ujarnya.Menurutnya, kejadian pohon tumbang akibat angin kencang sebelumnya juga pernah terjadi dan menimpa rumah warga.
“Sudah pernah ada kejadian rumah tertimpa pohon karena angin. Jadi harus diantisipasi sejak awal,” jelasnya.Selain angin kencang, wilayah Pasiran Jaya juga kerap dilanda banjir yang terjadi secara berkala, bahkan hampir setiap lima tahun sekali.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, masyarakat mulai beradaptasi, terutama dalam pembangunan rumah. Untuk bangunan baru, warga sudah berupaya meninggikan posisi rumah agar lebih aman dari genangan air.“Kalau rumah baru sekarang sudah banyak yang dibangun lebih tinggi dari jalan. Tapi rumah lama masih ada yang posisinya lebih rendah karena keterbatasan biaya,” katanya.
Marsono juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap wilayah tersebut, khususnya dalam penanganan banjir melalui pembangunan tanggul dan infrastruktur pendukung lainnya.Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana, baik angin kencang, puting beliung, maupun banjir, melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.(raw).
