
Rawnews.co.id – Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. Asap tebal dan debu dari lokasi kebakaran mulai masuk ke permukiman warga Dusun Tegal Yoso, Kecamatan Purbolinggo. Warga juga mengkhawatirkan titik api yang disebut telah mendekati tanggul penahan gajah liar.
Lokasi kebakaran dilaporkan berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga. Asap yang membubung dari kawasan hutan terbawa hingga ke rumah-rumah penduduk dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap dampak asap bagi kesehatan, terutama anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi terdampak.
Titik Api Disebut Mendekati Tanggul Penahan Gajah
Kepala Dusun Lima Tegal Yoso, Sarbini, mengatakan kebakaran di kawasan hutan tersebut menjadi perhatian warga karena api disebut mulai mendekati tanggul penahan gajah liar yang berada tidak jauh dari permukiman.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat, mengingat kawasan Taman Nasional Way Kambas merupakan habitat penting bagi satwa liar, termasuk gajah Sumatra.
Warga berharap petugas segera melakukan penanganan agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar, baik terhadap permukiman maupun kawasan konservasi.
Warga Khawatir Asap Ganggu Kesehatan
Keluhan serupa disampaikan Muslimin, warga Dusun Enam Tegal Yoso. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan untuk mencegah kebakaran semakin meluas.
Menurut harapan warga, penanganan yang cepat diperlukan agar asap tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan keluarga.
Asap dan debu yang telah masuk ke dalam rumah membuat warga berharap upaya pemadaman dapat segera dilakukan secara efektif.
Sejumlah Desa Terdampak Asap Kebakaran
Dampak asap kebakaran dilaporkan dirasakan di sejumlah desa di Kecamatan Purbolinggo, di antaranya Desa Tegal Yoso dan Desa Taman Fajar. Satu desa lainnya masih perlu dipastikan namanya.
Sebaran asap tersebut menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya dirasakan warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi kebakaran, tetapi juga masyarakat di wilayah sekitar yang terpapar asap.
Warga berharap penanganan segera dilakukan untuk membatasi penyebaran asap dan debu ke permukiman.
Warga Menunggu Penanganan Kebakaran
Hingga kini, masyarakat berharap kebakaran di kawasan Taman Nasional Way Kambas dapat segera dikendalikan. Selain untuk melindungi permukiman, upaya pemadaman juga penting untuk mencegah dampak lebih luas terhadap ekosistem hutan dan satwa liar.
Warga meminta pemerintah serta petugas terkait memprioritaskan penanganan titik api agar asap dan debu tidak terus masuk ke rumah-rumah penduduk.
Perkembangan penanganan kebakaran, luas area terdampak, serta kondisi tanggul penahan gajah masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi petugas di lapangan.(raw).
