Polemik Harga Singkong Mencuat Saat Reses Bang Sura di Kampung Setia Bakti

Rawnews.co.id – Usai melaksanakan reses di Kampung Sidowaras, anggota DPRD Provinsi Lampung, Abdullah Surajaya, kembali melanjutkan rangkaian kegiatannya ke Kecamatan Seputih Banyak. Tepatnya di Kampung Setia Bakti yang menjadi titik ke 7 dari 12 titik yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, Kamis 20 November 2025, politisi PAN yang akrab disapa Bang Sura ini kembali bertemu masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.

Kegiatan yang digelar di balai kampung setempat dihadiri oleh aparatur kampung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Suasana dialog berlangsung aktif dan terbuka, mengingat banyaknya persoalan yang ingin disampaikan masyarakat kepada wakilnya di tingkat provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah aspirasi penting muncul, di antaranya permohonan bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM, bantuan rehabilitasi rumah ibadah seperti masjid dan musholla, hingga persoalan yang paling banyak menuai keluhan yakni ketidakjelasan harga singkong.

Aspirasi mengenai harga singkong langsung mendapat perhatian khusus dari Bang Sura. Menanggapi hal tersebut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung sebenarnya telah menetapkan harga singkong sebesar Rp1.350 per kilogram. Ketetapan itu, jelasnya, telah diatur secara resmi dalam Peraturan Gubernur dan wajib dipatuhi oleh seluruh perusahaan maupun pengusaha singkong yang beroperasi di Lampung.

Namun demikian, ia mengakui bahwa persoalan baru muncul di lapangan akibat sejumlah pabrik yang memilih berhenti beroperasi dan tidak menerima hasil panen petani. Kondisi ini membuat petani kesulitan menjual hasil panen mereka dan menimbulkan keresahan di berbagai daerah penghasil singkong.

“Jika pabrik memilih tutup dan tidak beroperasi, ini jelas merugikan masyarakat, khususnya petani singkong,” tegas Bang Sura.

Sebagai wakil rakyat tingkat provinsi, ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti persoalan tersebut. Bang Sura menegaskan akan berkomunikasi langsung dengan Gubernur Lampung serta dinas terkait untuk mencari solusi terbaik agar stabilitas harga singkong dan keberlanjutan penyerapan hasil panen petani tidak kembali terganggu.

“Saya akan berkomunikasi langsung kepada gubernur dan dinas terkait untuk mencari solusinya,” ujarnya.

Dengan mencuatnya polemik harga singkong ini, Bang Sura berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah cepat dan tegas agar petani tidak terus dirugikan, mengingat singkong merupakan salah satu komoditas utama masyarakat di wilayah tersebut.(raw).

Related posts

Leave a Comment