Empat Bulan Tak Bisa Tanam Padi, Petani Waykerap Menunggu Aliran Air

Rawnews.co.id — Petani di Pekon Waykerap, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, terpaksa menunda musim tanam padi hingga empat bulan akibat terbatasnya pasokan air irigasi. Aliran air yang tidak lagi menjangkau lahan membuat petani belum dapat memulai penanaman, meski kawasan tersebut memiliki potensi sawah sekitar 300 hektare.

Kondisi ini menjadi persoalan serius bagi warga yang menggantungkan penghasilan keluarga dari sektor pertanian. Selain menghambat aktivitas pengolahan lahan, keterlambatan tanam juga berpotensi menggeser jadwal panen dan memengaruhi pendapatan petani.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tanggamus pada Mei 2026, Kecamatan Semaka tercatat menghasilkan 16.603,56 ton padi dengan produktivitas 61,2 kuintal per hektare. Data tersebut menunjukkan peran sektor pertanian dalam menopang perekonomian masyarakat setempat.

Berbagai upaya telah dilakukan warga untuk mengatasi persoalan air. Petani bersama masyarakat setempat tercatat tiga kali menggelar gotong royong dengan membangun bendungan sederhana menggunakan bambu. Upaya itu dilakukan untuk menahan sekaligus mengarahkan aliran air agar dapat mencapai lahan persawahan.

Namun, langkah swadaya tersebut belum membuahkan hasil. Air irigasi masih belum menjangkau sawah yang membutuhkan pasokan untuk memulai musim tanam.

Warga Pekon Waykerap, Hasroni, berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk mengatasi persoalan pengairan, salah satunya melalui penyediaan pompa air. Dengan dukungan tersebut, air dari sumber yang masih tersedia diharapkan dapat diangkat dan disalurkan ke lahan pertanian.

Petani kini masih menunggu solusi agar kegiatan tanam dapat kembali berjalan. Tanpa penanganan terhadap masalah pengairan, ratusan hektare sawah di Pekon Waykerap berisiko terus mengalami keterlambatan tanam, sementara waktu panen dan pemasukan keluarga petani ikut tertunda.(raw)

Related posts

Leave a Comment