Pengerjaan Jalan Braja Sakti–Sriminosari Berlanjut, Warga Soroti Dampak Debu

Rawnews.co.id – Proyek preservasi ruas Jalan Braja Sakti–Sriminosari di Kabupaten Lampung Timur menuai keluhan warga akibat debu tebal yang muncul selama proses pengerjaan. Masyarakat meminta kontraktor melakukan penyiraman jalan secara rutin agar debu tidak terus mengganggu aktivitas warga di sekitar proyek.

Keluhan tersebut muncul di wilayah Desa Braja Indah, Kecamatan Way Jepara. Debu terlihat mengepul ketika kendaraan melintasi badan jalan yang sedang diperbaiki, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Warga juga mengkhawatirkan paparan debu yang berterbangan dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang ruas jalan tersebut.

Meski demikian, warga menyambut baik perbaikan jalan yang telah lama dinantikan. Mereka berharap pekerjaan infrastruktur tersebut dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kenyamanan dan keselamatan masyarakat selama proses pengerjaan.

Warga Minta Kontraktor Rutin Menyiram Jalan

Salah seorang warga Desa Braja Indah, Sugeng, menyampaikan keluhan terkait debu yang muncul selama pengerjaan jalan. Warga berharap kontraktor mengambil langkah pengendalian debu, salah satunya melalui penyiraman jalan secara berkala.

Penyiraman dinilai diperlukan untuk mengurangi debu yang beterbangan ketika kendaraan melintas, terutama pada bagian jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.

Menurut harapan warga, langkah tersebut dapat membantu menjaga kenyamanan lingkungan sekaligus mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.

Warga menegaskan, keluhan mengenai debu tidak berarti menolak pembangunan. Mereka justru berharap proyek yang sedang berjalan dapat memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi masyarakat sekitar.

Proyek Jalan Dianggarkan Rp55,3 Miliar

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menganggarkan dana sebesar Rp55,3 miliar untuk pekerjaan preservasi ruas Jalan Braja Sakti–Sriminosari.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Karang Baru Pratama. Berdasarkan kondisi di lapangan, pekerjaan masih berlangsung pada tahap penghamparan batu subbase dan pengerukan badan jalan. Sementara itu, sejumlah titik telah memasuki tahap pengecoran.

Tahapan pengerjaan tersebut membuat kondisi permukaan jalan belum sepenuhnya selesai di seluruh bagian. Pada titik-titik tertentu, aktivitas kendaraan yang melintasi area pekerjaan dapat memicu debu, sehingga pengendalian debu menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan selama proyek berlangsung.

Warga Berharap Proyek Berjalan Lancar

Masyarakat berharap proyek preservasi jalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sesuai ketentuan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.

Di sisi lain, warga meminta kontraktor memperhatikan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar, termasuk dengan melakukan penyiraman secara rutin pada bagian jalan yang berpotensi menghasilkan debu.

Pengendalian debu selama pengerjaan diharapkan dapat menjaga kenyamanan masyarakat tanpa menghambat proses pembangunan.

Dengan anggaran mencapai Rp55,3 miliar, warga berharap proyek Jalan Braja Sakti–Sriminosari tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperhatikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung.(raw).

Related posts

Leave a Comment